Kemarn Kamis 12 Februari aku jalanin ujian proposal desertasi, kalo ditempatku kuliah, sih sering disebut ujian MPA dari kata Majelis pertimbangan Akademik.
Diantara temen-temen yang lagi ambil PhD, aku masuk kelompok pertama yang ambil ujin MPA ini. Jauh-jauh hari sebelum ujian sih aku mrasa biasa aja, g deg-degan atau was-was.
Pikirku, paling kayak ujian skrips atau tesis dulu.
Pas diumumin yang nguji 8 orang, wah kebayang juga, agak serem... namun jujur aja malam mau ujian aku gak baca sama sekali, soale lupa belum aku print he...he.. (emang aku pede banget !)
Namun pagi hari pas hari Kamisnya, aku agak nervous juga sih, jadi sedikit stress buktinya, pas nunggu giliran ujian (aku dapat urutan terakhir) aku jadi ngantuk berat....ha..ha... (aneh ya, stres kok malah ngantuk berat?? ).
Nah waktu dipanggil yeah, aku maju aja...
Apa yang trjadi di ruang ujian?? yeah cuma kaya gitu... aku cuma presentasi bentar bla...bla..bla...selama 7 menit
trus 8 orang penguji, kasih komentar ini itu.... that's its All! aku malah gak ngomong kecuali waktu presentasi itu ja yang cuma 7 menit!
Agak kecewa juga sih, soalnya ada penguji yang ngasih komen tapi menurut aku gak sambung (salah gitu) aku blum sempat ksih penjelasan.
Jadi ya gitulah, kesan aku tidak bagus, karena hanya masukan dari penguji, aku g dikasih kesempatan jelasan, waktu dah diakhiri... kecewa berat walaupun oleh dua orang penguji proposalku dianggap paling lengkap n paling baik dari peserta lainya.
Kalau cma kaya gitu ujian MPA menurutku sih lebih baik g ush diadain aja, percuma
15/02/09
ujian proposal
24/12/08
Akhirnya
Akhirnya
Akhirnya beli juga setelah milih sana milih sini. Setelah lama melototin dua tipe dari dua merk yang berbeda, akhirnya aku memilih salah satu, 32 Inch.
Sebetulnya kata kunci untuk memilih LCD TV adalah pelototin saat acara Bola atau balapan, ntar akan keliatan yang gambarnya baik atau bukan.. Seperti pernah aku jelasin sebelumnya Respon Time Does Matter! ternyata selisih 2 mili detik (ms) menunjukkan kualitas gambar yang berbeda.
TV dengan respon time 6 ms ternyata mash blur , padahal banyak merk yang memproduksi TV dengan respon time 8 ms. Gimana gambarnya tuh!
Aku beli produk yang memiliki respon time 4 ms, respon time terkecil saat ini. jadi hati-hatilah saat membeli LCD, kalau tidak tahu spesifikasi teknisnya, mintalah penjual untuk memutar film atau siaran bola atau balapan, kemudian anda bandingkan gambarnya.
Aku amati hampir semua merk, ketika display hanya memutar film-film atau video dengan gerakan lambat, seperti sinetron, still foto dsb. ketika memutar film dengan gerak lambat tidak akan kelihatan LCD yang baik dengan LCD yang buruk. Semua gambarnya pasti tajam!
Yeah, awalnya aku ingin 37 inch, aku pikir cukup. memang dana sebenarnya cukup untuk beli yang 37 inch tapi dengan itu tadi respon time cuma 6 ms, masih ada blur. jadi dari pada tidak nyaman buat nonton Rossi di musim 2009, lebih baik aku turunkan aja ke 32 inch tapi dapat spesifikasi yang lebih tinggi.
Ok deh
20/12/08
Milih LCD TV
Bingung Milih LCD TV
Aku sedang ada rencana buat beli LCD TV, buat gantiin Sony-ku yang sudah udzur. Rencana sih mau beli yang 32 atau 37 inch biar enak buat nonton film. Tapi waktu survey di toko-toko jadi bingung milih soalnya satu merk aja, banyak serinya. Dan untuk beli TV LCD kita harus lebih berhati-hati dibandingkan jika kita beli TV konvensional (Tabung CRT). Beda dengan TV CRT yang teknologinya udah mapan, udah final gitu, maka TV LCD teknologinya aku bilang belum mapan, masih terus berkembang mencari format terbaik.. artinya apa, jika ada yang sudah punya TV LCD 1 tahun yang lalu, aku berani jamin gambarnya pasti lebih jelek dibandingkan yang sekarang. entah gambarnya yang kurang contrast atau ada effek blurnya saat liat film action atau balapan karena respon time yang lama. Hal ini tidak akan kita temui pada TV konvensional, TV produksi sekarang dengan 10 tahun yang lalu tidak akan berbeda kualitas gambarnya secara signifikan.
Aku dah browsing kemana-mana sih buat cari alternatif review dan informasi, biar gak tambah bingung. Yang jelas belum ada standar yang sama untuk dinamik contrast rasio antar TV LCD sehingga kita sulit head to head membandingkannya, yang sudah ada standarnya cuma respon time (mili second) makin kecil angkanya makin baik (4 ms - 9 ms), Life span (daya tahan lampu) juga belum ada standar yang jelas tentang perhitungannya (umumnya sih 60.000 jam) dll.
Dan celakanya ketika aku tanya2 ke SPG nya meraka pada bingung, gak tahu semua, ketika aku tanya detail teknis diatas. Padahal SPG nya sih cantik bin sexy sayang 'product knowledge' mereka nol besar.. paling-paling mereka kemudian manggil teknisinya buat jelasin, itupun mereka tetap ja sering keliru jawab.. 90 % ternyata mereka tidak tahu respon time. kalo aku tanya respon time, pasti 90 % jawabnya 60.000 jam, jadi dikiranya sama respon time dengan life span he...he...
Nah dari hasil surveyku di toko-toko bener dugaanku, bahwa merk terkenal dan harga mahal bukan jaminan gambarnya bagus.. untuk kasus TV LCD ini, kadang beda gambarnya signifikan lo! jadi aku lebih hati-hati, menurutku, kadang toko jual TV bikinan tahun lalu yang teknologinya udah usang.. Ada kok TV 42 ich merk terkenal cuma 8 jutaan! tapi wah cuma menang besar doang, gambarnya jelek trutama kalo dah da movie yang bergerak cepat muncul blurnya atau kadang muncul efek pixel-nya..
Untuk sementara dari hasil compare sana-sini dah kupegang dua merk dan seri yang recomended dan value for money. dah dulu yah, ntar kalo dah beli aku kabari lagi
